ARTIST: Pongki Barata feat. Aji Mirza Hakim
Pandangi Langit Malam Ini

Produced by Pongki Barata
Co-produced by Tommy Widodo
Acoustic guitars : Aldy Kanda
Keyboards : Tommy Widodo
Bass solo : Icha
Recorded at : RR studio
Mixed by Suryanto @RRstudio

PANDANGI LANGIT MALAM INI
Ciptaan: Pongki Barata

Putri, jangan menangis
Hapus air mata
Diwajah cantikmu…
Putri,kepergianku tak akan lama….
Tahan rindumu…
Putri, seandainya saja
Kubisa menghentikan waktu
Kuhentiakan waktu
Reff:
Bila itu tak cukup mengganti
Cobalah kau hirup udara pagi, aku disitu…
Mungkin dengan perpisahan
Kitak kan mengerti
Arti pertemuan
Putri, percaya padaku
Ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir…

 

Lagu ini sering ‘dituduh’ salah judul hahahaha.. Orang lebih banyak mengenal lagu ini, dengan judul Putri. Saya sepenuhnya sadar akan hal ini, tetapi saya sebagai pemilik lagu ini merasa judul Pandangi Langit Malam Ini akan terasa lebih dramatis dan menggambarkan keseluruhan isi lagu.

Sebuah konsep cerita yang menerangkan tentang hubungan jarak jauh, tetapi pasangan kekasih ini masih menyadari bahwa mereka masih bisa berbagi langit yang sama meskipun jarak yang berjauhan.

Polemik mengenai ‘salah judul’ ini sebenarnya sudah ada sejak pertama kali lagu ini diperdengarkan ke teman teman Jikustik dan pihak label. Semua mengingat lagu ini dengan ‘Putri’..oh well, saya harus terima itu…sampai sekarang. Ternyata juga, Jamrud juga punya lagu berjudul Putri..jadi judul panjang saya sedikit menyelamatkan hahaha..

Lagu Pandangi Langit Malam Ini adalah lagu yang bila dimainkan live selalu mendapat bantuan koor massal dari penonton, padahal ‘prestasi’nya dalam tangga lagu di berbagai daerah Indonesia bisa dibilang kalah disbanding lagu lagu Jikustik sebelumnya . Banyak orang mengatakan , selain tema lagu yang familiar dengan kebanyakan orang, lagu ini menjadi menarik karena dinyanyikan berdua dengan Icha, yang waktu itu masih menjadi bassist Jikustik. Perpaduan suara rendah saya dan suara tinggi Icha. Sebuah formula yang berhasil membedakan kami dengan band band lain kala itu.

Bukan rahasia lagi saya dan Icha sering sekali berbeda pendapat. Walaupun menurut kami sendiri, berbeda pendapat itu biasa, tapi orang luar sepertinya ‘menikmati’ pertengkaran dan perdebatan kami sebagai sesame member band. Memang, dalam jurnalistik, berita kebakaran lebih menarik daripada berita pembangunan. Ada konflik yang menjadi bumbu disitu.
Di tahun 2002 Icha sempat menyatakan diri keluar dari Jikustik disaat band ini sedang sibuk sibuknya, dan ini meyebabkan saya marah besar. Menurut saya, alasan Icha keluar saat itu mengada –ada dan tak masuk akal saya, sedangkan menurut Icha keputusan yang ia buat sudah dipertimbangkan masak masak. Keadaan semakin memburuk karena diantara kami berlima mulai jarang berkomunikasi, sehingga masalah menjadi banyak menumpuk, tanpa bisa diselesaikan satu persatu. Terlalu panjang untuk diceritakan disini, tapi singkat cerita, pertengkaran di antara kami berlima berhasil diselesaikan dengan bantuan produser kami pak Rudy ,pak Adi dan pak Andika ,juga Pak Iman Managing Director Warner Music Indonesia saat itu. Itulah kenapa lagu Pandangi Langit Malam Ini, yang ada di album Perjalanan Panjang (2002), mempunyai arti istimewa buat saya pribadi. Menjadi monument , bagaimana kami sebagai band baru berhasil mengalahkan ego kami dan meneruskan perjuangan kami saat itu.

Tadinya saya akan menyanyikan lagu ini sendiri. But then I thought..wah kayaknya ada yang hilang. Saya ‘perlu’ suara Icha. Bukan untuk membangkitkan kenangan lama, tapi memang sepertinya suara dia dan suara saya memang sudah signature lagu ini ha ha. Besoknya saya menghubungi Icha dan memintanya untuk merekam vokalnya di lagu ini. Ketika saya mebocorkan kolaborasi ini lewat social media, banyak respon menanggapi positif. Beberapa teman lama langsung menelpon dan menanyakan: “Udah baikan lagi kalian?” ha ha ha..Memangnya siapa yang musuhan? Let me tell u a secret: bahkan ketika dimasa saya memilih vakum dari Jikustik di tahun 2009, dan komunikasi saya dengan ke 4 rekan saya di Jikustik terhenti, Icha termasuk orang yang memahami keputusan saya saat itu, hanya saja keputusan saya dianggap mendadak oleh ke 4 rekan saya, sehingga membuat kacau perencanaan kedepan. Icha pun harus memposisikan diri dengan tepat, baik didepan saya, maupun diantara teman teman Jikustik yang lain. Memang kami bisa dibilang bertengkar dalam diam, tapi didalam hati kami masih menyimpan respek kepada satu sama lain. Respek itu yang tidak pernah hilang dan tetap merekatkan kami sebagai teman. Well, kinda complicated but that’s life! Banyak hal yang tidak kita mengerti tetapi semuanya harus tetap dijalani.

Fun notes:
1. Ketika rekaman lagu ini, Icha masih ingat setiap cengkok dan bagian dari part yang menjadi part nya bernyanyi. Semacam dejavu!

2. Tadinya hanya Icha menyanyi yang direkam, tetapi saya punya ide supaya Icha juga mengambil solo bass di beberapa bagian lagu untuk, menambah bumbu pada lagunya.

3. Konsumsi yang diminta Icha saat sesi rekaman adalah siomay andalan dekat rumah saya. Sejak itu dia kecanduan ha ha ha

4. Icha yang telah mengundurkan diri dari Jikustik, sekarang sedang kembali ke nama asli nya Aji Mirza Hakim dan akan segera merilis album baru bersama band barunya.

foto1_pandangi_langit

Dapatkan album Pongki Meets The Stars di KFC terdekat

Copyright © 2014 Pongki Barata Music. All Rights Reserved.