ARTIST: Pongki Barata
Seperti Yang Kau Minta

Produced by Pongki Barata
Co produced by Tommy Widodo
Keyboards : Tommy Widodo
Acoustic guitars : Aldy Kanda
Electric guitars : Baim
Bass : Tyo Adrian
Drums : Tony Saputro
Recorded at : RR studio, Musica studio, Miharbi studio
Mixed by Joseph Manurung @Blessing studio

SEPERTI YANG KAU MINTA
Lagu/Syair : Pongki Barata

Maaf kan aku tak bisa memahami
Maksud amarahmu
Membaca dan mengerti
Isi hatimu

Ampuni aku yang
Telah memasuki
Kehidupan kalian
Mencoba mencari celah
Dalam hatimu

* Aku tahu ku takkan bisa
Menjadi seperti yang
Engkau minta
Namun selama nafas
Berhembus
Aku ‘kan mencoba
Menjadi seperti yang kau minta

Ampuni aku yang telah
Memasuki kehidupan kalian
Mencoba mencari celah
Dalam hatimu

* Aku tahu dia yang bisa
Menjadi seperti
Yang engkau minta
Namun selama aku bernyawa
Akukan mencoba
Menjadi seperti yang kau minta

Di sebuah sore di tahun 2002, di rumah kontrakan yogyakarta yang saya tinggali bersama kedua kakak saya, HP saya berbunyi. Saya mendapat telepon dari Bu Acin, produser sekaligus owner dari Musica Studio’s, salah satu dari perusahaan rekaman terbesar di Indonesia, yang menaungi banyak sekali artis artis music Indonesia.

Beliau meminta saya menulis lagu buat Chrisye. Yes, Chrisye, penyanyi senior yang album albumnya tidak pernah gagal dipasaran. Selalu diakui kualitas dan selalu diburu albumnya oleh penikmat musik Indonesia. Ditelpun itu Bu Acin juga mengatakan bahwa nanti album ini akan di produseri oleh Erwin Gutawa. 2 nama ini mebuat saya tercekat dan kaget sebenarnya. Am I ready for the Big League?? Ini beneran apa mimpi ya? Di tahun 2002, Jikustik baru saja merilis album Perjalan Panjang, album yang membawa Jikustik lebih jauh lagi dalam tangga musik Indonesia. Kami semakin populer di Indonesia dan semakin sibuk, tapi kami belum ada apanya bila dibandingkan dengan Chrisye dan Erwin Gutawa, apalgi saya sebagai penulis lagu. Membuat lagu untuk Chrisye, tantangan yang berat.
Berhari hari, saya lewatkan tanpa membuat lagu pesanan itu. Belum siap mental sepertinya. Kenapa begitu? Menurut saya, inilah sulitnya menciptakan lagu karena pesanan. Apalagi yang memesan sekelas Chrisye. Harus bagus buatnya, begitu pikir saya setiap hari. Tapi rupanya pemikiran inilah yang membuat saya terbeban. Harus bagus.Harus bagus. Jangan bikin malu. …Tapi hari berlalu tanpa hasil.
Sampai pada suatu hari, Ibu Acin menelpon saya lagi dan menanyakan pesanan lagunya. Saya bingung juga harus jawab apa. Saya bilang: Bu maaf, saya belum dapat lagunya, saya gak mau kalo asal asalan. Beliau menjawab: Pongki, pokoknya saya tunggu..kirim aja apapun yang kamu buat. Besok bisa kan? Dengan bodohnya saya iyakan. ‘Bisa bu, besok pagi apapun yang saya buat, saya kirim’ . saya jawab demikian supaya segera mengakhiri pembicaraan, karena saya tidak tahu harus menjawab apa lagi.
Malamnya saya duduk didepan keyboard (it was KORG i4s) dan mulai mencari cari ide. Untuk pancingan , saya menulis ‘seperti yang kau minta’..’kau disini adalah Bu Acin itu sendiri. Dari sana ide berkembang dan berkembang terus samapai saya menyelesaikan lagunya seperti yang kalian dengar sekarang.
Memutuskan untuk menyanyikan ulang lagu ini perlu keberanian. Semua orang yang sudah mendengar lagu Seperti Yang Kau Minta pasti sepakat bahwa lagu ini adalah ‘milik’ Chrisye. Maka siapakah yang bisa menyanyikan ulang lagu ini? Pada awalnya ada penyanyi solo pria yang saya hubungi. Tapi dia tidak pernah menjawab serius iya atau tidak, saya berkesimpulan mungkin dia sibuk sehingga tidak sempat menjawab. Sayang sekali, padahal kalo dia mau, pasti hasilnya akan luar biasa. Paling tidak dimata saya. Setelah sekian lama, tak kunjung ditemukan juga siapa yang akan menyanyikan lagu ini.
Sedikit menarik ke belakang, dalam beberapa pertunjukan solo saya, saya sering menyanyikan lagu ini di panggung. Bukan kebetulan juga ini adalah salah satu lagu favorit saya karena mudah dinyanyikan dan mudah dinyanyikan penonton juga. Timbul ide , apakah tidak lebih baik saya saja yang membawakan lagunya? Terlihat seperti bunuh diri awalnya hahaha..apakah saya mampu menandingi kehebatan Chrisye alm..dalam menyanyikan lagu ini?
Setelah melalui pergolakan batin yang cukup lama saya memberanikan diri untuk menyanyikan lagu ini. Saya tahu pendekatan saya membawakan lagu ini akan berbeda dengan Chrisye. Justru karena saya menaruh hormat mendalam kepada Chrisye, maka saya memutuskan untuk menyanyikan nya sendiri..sebagai wujud nyata dari penghormatan saya.
Untuki memeriahkan suasana haha, saya mengajak rekan satu band saya, Baim untuk memainkan part gitarnya, Saya memilih dia bukan semata mata karena satu band, tapi karena banyak hal. Yang pertama, saya mencari pemain gitar yang bisa bermain dengan sentuhan gaya pop country. Kedua baim adalah juga penyanyi. Artinya begini, saya berkeyakinan seorang pemain gitar yang bisa bernyanyi pasti akan memilih notasi yang seperti nyanyian, sehingga bisa makin terdengar melodius dan bernyawa. Ketiga Baim dahulu sempat membeli gitar akustik bermerk Taylor, milik almarhum Chrisye..so in some strange way, he is also connected to Chrisye too. He he.

Fun notes:
1.Awalnya lagu ini dibeli secara putus oleh pihak Musica Studio’s. Tetapi tak lama waktu berselang, pihak Musica Studio merevisi kontrak nya dengan saya, tanpa saya minta.Sehingga untuk selanjutnya diberlakukan system royalty. Sampai sekarang saya tidak tau alasan nya mengapa.
2. Chord lagu pada bagian bait dan juga reffrain, yang direkam oleh Erwin Gutawa di versi album , sebenarnya berbeda dengan ketika saya menciptakan nya. Tetapi menurut saya ,chord yang dipilih oleh Erwin Gutawa lebih enak di dengar daripada yang saya buat ha ha. Bahkan ketika saya memainkan nya live saya memilih versi chord yang dibuat oleh Erwin Gutawa.
3.Lagu ini banyak menggunakan akhiran kata dengan huruf ‘a’ karena saya menilai Chrisye sangat unik dan bagus ketika menyanyikan lirik yag ada akhiran ‘a’ nya. Saya mencontoh ini dari lagu Chrisye yang Andai Aku BIsa ciptaan Bebi Romeo dan Ahmad Dhani.
4. Ketika lagu ini populer, saya bertemu Chrisye dan beliau tidak mengenali saya ha ha ha.. (kami memang tidak pernah bertemu langsung sebelumnya).]
5. Ditahun 1998 Jikustik, pernah menjadi band pembuka Chrisye di Java Café Yogyakarta, dimana Erwin Gutawa juga datang sebagai music director band pengiringnya. Jadi kami pernah berada dalam 1 tempat yang sama, dalam waktu yang sama, tanpa tahu bertahun tahun kemudian akan bertemu lagi dalam suatu karya.

IMG_8565IMG_8292IMG_8290foto_seperti_yg_kau_minta_1foto_seperti_yg_kau_minta_2

Dapatkan album Pongki Meets The Stars di KFC terdekat

Copyright © 2014 Pongki Barata Music. All Rights Reserved.